Bitcoin Longsor Parah apakah waktunya Serok ?

  • Whatsapp
Bitcoin Longsor
Bitcoin Longsor

Harga Bitcoin Longsor pada Trade Selasa (24/2/2026) pagi, dengan harga Bitcoin longsor (BTC) hari ini ambles ke level US$ 64.000-an. Tekanan datang seiring pelemahan bursa saham global,Hal ini Sycron dengan keputusan Donald Trump menaikkan tarif impor dasar menjadi 15%, yang memicu sikap risk-off di kalangan Pelaku Investasi.

 

Bacaan Lainnya

Bitcoin Longsor

Melihat data Situs Coinmarketcap pukul 06.20 WIB, kapitalisasi pasar kripto global anjlok 3,74% menjadi US$ 2,23 triliun. Harga Bitcoin Longsor (BTC) hari ini terlihat ambles 3,94% ke US$ 64.857 per koin atau sekitar Rp 1,09 miliar (kurs Rp 16.835) .

Meski sentimen terlihat negatif, sejumlah analis menilai peluang rebound masih terbuka. Secara historis, Bitcoin kerap mengungguli aset lain saat terjadi pergeseran makro ekonomi bearish, terutama ketika pasar mulai memperkirakan adanya tambahan likuiditas dari pemerintah atau bank sentral.

Pada April 2025 lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menerapkan tarif resiprokal terhadap hampir seluruh mitra dagang. Disinilah Ketegangan Mulai meningkat pada 9 April 2025 ketika tarif tambahan diberlakukan ke 75 negara, dan juga tarif 34% untuk China. Saat itu, Bitcoin sempat menyentuh level terendah lima bulan di US$ 74.600 sebelum melonjak 38% dalam sebulan berikutnya.

Dalam Masa ketidakpastian, investor biasanya memilih kas atau Saham Pemerintah. Bitcoin longsor memang belum sepenuhnya dianggap sebagai safe haven. Namun, ketika pasar memperkirakan bank sentral akan menyuntikkan likuiditas untuk menopang ekonomi, Aset kripto cenderung menguat.

Indikator dana pasar uang oleh The Fed juga Sering menjadi Tanda pembalikan tren. Pada Maret 2020, misalnya, lonjakan fasilitas likuiditas Kebetulan satu moment pas titik balik harga Bitcoin yang langsung melonjak dari US$ 4.400 ke US$ 42.000 dalam beberapa bulan.

Pelaku pasar menantikan laporan kerja kuartalĀ  saham Nvidia yang dijadwalkan rilis minggu ini. Laporan tersebut diperkirakan akan memengaruhi sentimen investor, terutama di tengah kekhawatiran meningkatnya utang sektor teknologi.

Di sisi lain, sektor Miner Bitcoin menunjukkan ketahanan. Hashrate jaringan sudah pulih sepenuhnya setelah Pernah Bitcoin LongsorĀ  25% pada Januari. Selain itu, perangkat ASIC yang dirilis sepanjang 2024 hingga awal 2025 masih Bisa menguntungkan, bahkan dibebani biaya listrik sekitar US$ 0,07 per kilowatt-hour.

Meski belum ada Prediksi kapan yang dapat memastikan apakah harga Bitcoin Longsor ke US$ 60.200 pada 6 Februari menjadi titik terendah siklus, kekhawatiran likuiditas, tekanan valuasi sektor AI, serta ketahanan sektor Mining dinilai berpotensi mendorong BTC kembali ke Harga US$ 75.000 dalam Sebentar Lagi.

Bagi pelaku market Retail, volatilitas ini bisa menjadi periode konsolidasi posisi Serok sebelum pergerakan besar berikutnya.

(hnd)

Do your Own Reserach Sebelum ambil Posisi Market!!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *